Thursday, August 2, 2012

I'm a Winner :')

Ternyata ada cerita yang masih winda save dan lebih jadul :D :D :D
Taun 2009..
Kalo sebelumnya sempet posting cerita dari diary, ekekekek.. :p
yang sekarang dari Karya Tulis..  :)

Eniweiii, winda pernah jadi juara lomba karya tulis di kampus waktu semester 2.. hihi
Acara Lomba dari DKM kampus.. Lombanya suruh deskripsiin kehidupan kita dalam 5 poin :
SIAPA, UNTUK APA, KENAPA, BAGAIMANA, KAPAN..

Pertanyaannya simple, jawabnya susah.. -______________-"

Bikin ini semaleman,ampe ga tidur.. huyuh.. -_____________-

Ga nyangka setelah dibaca, pernah sebijaksana inihh.. :D :D :D :D :D
Kayanya jalan hidup winda, kalo di komersilin lumayan nih.. :p
Bikin buku Motivasi gitu kaya orang-orang, walaupun dengan bakat menulisnya pas pasan.. :D

Check it out :


AKU DAN KEAKUANKU

þ Siapa?
            Namaku Wienda Koernia Putri, 27 Mei nanti genap usiaku 19 tahun. Keluargaku bercerai sejak aku berumur 3 tahun. Entahlah, sampai sekarang aku tak pernah tahu pasti apa yang menyebabkan mereka bercerai,. Setiap kali kutanyakan kepada mereka, mereka hanya saling menyalahkan. Cukuplah aku tahu bahwa ini memang takdirku.
            Sejak usia 3 tahun sampai usia 8 tahun aku dititipkan pada nenek dari ayahku, usia 9 tahun sampai 11 tahun aku dititipkan pada anak dari kakak ayahku, usia 12 sampai 15 tahun aku dititipkan pada kakak tertua dari ayahku. Setelah itu aku sempat tinggal bersama ayah dan ibu tiriku, itupun hanya berjalan selama 6 bulan, ibu tiriku masih enggan menerimaku. Begitulah aku dan kehidupanku.
            Aku manusia biasa, wajar kalau terkadang aku mengeluh dengan apa yang ku anggap sulit untuk ku hadapi. Kadang aku membandingkan nasibku dengan orang lain, saudaraku, sahabatku, hanya rasa sakit saja memang jika aku berpikir kenapa hanya aku yang seperti ini? Tanpa ku pikir masih banyak orang yang bahkan nasibnya lebih sulit dariku. Hidup dari waktu ke waktu, detik ke detik, selalu mengandung hikmah. Alhasil, dalam kehidupan kita ini sebenarnya bertaburan hikmah. Belum lagi, apabila kita belajar hikmah dari orang lain, yang juga tak terkira banyaknya.
             Sedih atau bahagia hanyalah sebuah pilihan tinggal bagaimana cara kita untuk menyikapinya. Pada saat kita sedih bisa saja kita  bahagia, dengan mengkaji kesedihan yang kita alami, misalnya dengan keadaan sepertiku, dengan berpikiran jernih  kita akan segera menemukan hikmah entah besar atau kecil, tapi selalu ada. Dari situlah terbetik rasa lega dan tak lagi menjadi sedih.
            Indah, bahagia dan sederhana. Bukan suatu yang rumit. Seseorang menginginkan kebahagiaan cukuplah sederhana. Anggap hidup sebagai karunia. Apa yang dikaruniakan kepada kita sungguh patut kita syukuri. Apabila karunia-Nya sesuai dengan keinginan kita maka ucapkanlah , “Alhamdulillah”. Jika ternyata karunia-Nya tidak sesuai dengan yang kita inginkan, bersabarlah. Allah telah memberikan yang terbaik untuk kita dengan karunia tersebut. Ia lebih tahu tentang kita daripada kita sendiri. Seperti firman-Nya.
“ Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)
            Lambat laun dengan mencari setiap hikmah yang terkandung, seseorang akan mengucapkan syukur. Hikmah yang terkandung dalam suatu musibah, bisa melebihi manfaat dari sebuah karunia. Apalagi Allah sudah menjanjikan apabila kita bersedih, bergembiralah karena setelah kesedihan ada kegembiraan. Setelah kesulitan ada kemudahan.
            “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”( Al-Insyirah :6)

þ Untuk apa?
Aku yakin tak semata-mata Allah melakukan ini padaku, semua telah direncanakan. Aku tak perduli orang menggunjing bagaimana tentang keluargaku, buruk rupaku, ukuran tubuhku, ketidakmampuanku, tanpa mereka tahu luka apa yang ada dalam hatiku. Cukuplah menyadari keterbatasan diri, ikhlas dengan semua yang telah diberikan.
Hidup hanya sekali, aku tak boleh gagal dan sia-sia tanpa guna. Tugasku adalah menyempurnakan niat dan ikhtiar, hal apapun yang terjadi aku pasrahkan kepada Allah Yang Mahatahu yang terbaik bagiku. Aku harus selalu sadar sepenuhnya bahwa yang terbaik menurutku belum tentu yang terbaik menurut Allah SWT. Bahkan sangat mungkin aku terkecoh oleh keinginan dan harapanku sendiri.
Pengetahuan tentang diriku atau tentang apa pun amat terbatas sedangkan pengetahuan Allah menyelimuti segalanya, Dia tahu awal, akhir dan segala-galanya.
Mahkluk itu, “ La haula wala quwata illi billahil’ aliyyil ‘adzhim”, ‘tiada daya dan tiada upaya kecuaali pertolongan Allah Yang Maha Agung’. Asal kita hanyalah setetes sperma, ujungnya jadi bangkai, kemana-mana membawa kotoran. Allah menjanjikan dalam surah ath-thalaq ayat 2 dan 3,
“ Barangsiapa yang bersungguh-sungguh mendekati Allah (bertakwa), niscaya Dia akan mengadaka baginya jalan keluar bagi setiap urusannya, dan akan diberi rezeki  dari tempat yang tidak disangka-sangka. Dan baragsiapa yang bertawakal hanya kepada Allah, niscaya akan dicukupi segala kebutuhannya.”
Sekali lagi betapapun aku sangat menginginkan sesuatu, tetap hatiku harus kupersiapkan untuk menghadapi kenyataan yang tak sesuai dengan harapanku. Karena mungkin itulah yang terbaik bagiku.

þ Kenapa?
Allah meenciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi, diawali dari menjadi khalifah bagi diri sendiri, setahuku itu. Aku tidak menyesali nasibku sekalipun orang berkata bahwa kehidupan sepretiku inilah yang dinamakan hidup sial. Mungkin Allah memberikan cobaan ini untuku agar aku bisa bersabar, memimpin diri sendiri agar menjadi manusia yang berguna diri sendiri dan semoga saja untuk orang lain.
Adanya kita diciptakan di dunia ini antara lain adalah untuk menjadi teladan bagi yang lainnya. Seorang muslim yang menjadi teladan kebaikan untuk orang lain tidak saja memberikan manfaat baik untuk sesamanya. Tetapi lebih dari itu, Allah menjanjikan pahala yang berlipat ganda baginya. Pahala orang yang mengikuti dirinya akan dilimpahkan kepadanya tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang mengikutinya itu. Subhanallah. Berbahagialah kita hidup dalam islam.

þ Bagaimana?
          Aku adalah diriku dan kebiasaanku, aku harus merubah kebiasaan burukku. Aku harus tegar, bagaimanapun Allah memberi cobaan kepadaku. Mencoba berhenti mengeluh jika musibah datang, semua adalah milik-Nya. Mencoba menjadikan itu sebagai cambuk untuk merubah jalan hidupku menjadi lebih baik. Berhenti berpikiran sempit, yang akan menjerumuskan diri pada sikap putus asa. Naudzubillah.
Ya Allah, luruskanlah selalu niatku

þ Kapan?
          Hidup di dunia hanya sementara, aku tak punya banyak waktu. Aku harus mulai merubah hidupku dari sekarang. Ya, Allah tunjukanlah aku selalu ke jalan yang benar, yang Kau ridhoi. Ampunilah dosa-dosa orang tuaku, hanya Engkau yang mengetahui saat keegoisan menguasai diri, aku yakin orang tuaku tak tidak begitu saja melakukan ini kepadaku, mereka hanya menjadi perantara agar aku bisa belajar tentang makna hidup kepada-Mu. Bimbinglah aku sekarang untuk bisa lebih menerima keadaan, lebih ikhlas, lebih sabar, lebih tawakal. Aku tahu Engkau menciptakan semua ini tanpa sia-sia.

    
                                                                                                         065108169         

2 comments:

  1. Keep the spirit sist :D
    We'll right behind you

    ReplyDelete
    Replies
    1. ƪ(˘⌣˘)┐ ƪ(˘⌣˘)ʃ ┌(˘⌣˘)ʃ nuhun..

      Delete