Taun 2009..
Kalo sebelumnya sempet posting cerita dari diary, ekekekek.. :p
yang sekarang dari Karya Tulis.. :)
Eniweiii, winda pernah jadi juara lomba karya tulis di kampus waktu semester 2.. hihi
Acara Lomba dari DKM kampus.. Lombanya suruh deskripsiin kehidupan kita dalam 5 poin :
SIAPA, UNTUK APA, KENAPA, BAGAIMANA, KAPAN..
Pertanyaannya simple, jawabnya susah.. -______________-"
Bikin ini semaleman,ampe ga tidur.. huyuh.. -_____________-
Ga nyangka setelah dibaca, pernah sebijaksana inihh.. :D :D :D :D :D
Kayanya jalan hidup winda, kalo di komersilin lumayan nih.. :p
Bikin buku Motivasi gitu kaya orang-orang, walaupun dengan bakat menulisnya pas pasan.. :D
Check it out :
AKU
DAN KEAKUANKU
þ Siapa?
Namaku
Wienda Koernia Putri, 27 Mei nanti genap usiaku 19 tahun. Keluargaku bercerai
sejak aku berumur 3 tahun. Entahlah, sampai sekarang aku tak pernah tahu pasti
apa yang menyebabkan mereka bercerai,. Setiap kali kutanyakan kepada mereka,
mereka hanya saling menyalahkan. Cukuplah aku tahu bahwa ini memang takdirku.
Sejak
usia 3 tahun sampai usia 8 tahun aku dititipkan pada nenek dari ayahku, usia 9
tahun sampai 11 tahun aku dititipkan pada anak dari kakak ayahku, usia 12
sampai 15 tahun aku dititipkan pada kakak tertua dari ayahku. Setelah itu aku
sempat tinggal bersama ayah dan ibu tiriku, itupun hanya berjalan selama 6
bulan, ibu tiriku masih enggan menerimaku. Begitulah aku dan kehidupanku.
Aku manusia
biasa, wajar kalau terkadang aku mengeluh dengan apa yang ku anggap sulit untuk
ku hadapi. Kadang aku membandingkan nasibku dengan orang lain, saudaraku,
sahabatku, hanya rasa sakit saja memang jika aku berpikir kenapa hanya aku yang
seperti ini? Tanpa ku pikir masih banyak orang yang bahkan nasibnya lebih sulit
dariku. Hidup dari waktu ke waktu, detik ke detik, selalu mengandung hikmah.
Alhasil, dalam kehidupan kita ini sebenarnya bertaburan hikmah. Belum lagi,
apabila kita belajar hikmah dari orang lain, yang juga tak terkira banyaknya.
Sedih atau bahagia hanyalah sebuah pilihan
tinggal bagaimana cara kita untuk menyikapinya. Pada saat kita sedih bisa saja
kita bahagia, dengan mengkaji kesedihan
yang kita alami, misalnya dengan keadaan sepertiku, dengan berpikiran jernih kita akan segera menemukan hikmah entah besar
atau kecil, tapi selalu ada. Dari situlah terbetik rasa lega dan tak lagi
menjadi sedih.
Indah,
bahagia dan sederhana. Bukan suatu yang rumit. Seseorang menginginkan
kebahagiaan cukuplah sederhana. Anggap hidup sebagai karunia. Apa yang
dikaruniakan kepada kita sungguh patut kita syukuri. Apabila karunia-Nya sesuai
dengan keinginan kita maka ucapkanlah , “Alhamdulillah”. Jika ternyata
karunia-Nya tidak sesuai dengan yang kita inginkan, bersabarlah. Allah telah
memberikan yang terbaik untuk kita dengan karunia tersebut. Ia lebih tahu
tentang kita daripada kita sendiri. Seperti firman-Nya.
“ Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan
boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah
Maha Mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah:
216)
Lambat
laun dengan mencari setiap hikmah yang terkandung, seseorang akan mengucapkan
syukur. Hikmah yang terkandung dalam suatu musibah, bisa melebihi manfaat dari
sebuah karunia. Apalagi Allah sudah menjanjikan apabila kita bersedih,
bergembiralah karena setelah kesedihan ada kegembiraan. Setelah kesulitan ada
kemudahan.
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada
kemudahan.”( Al-Insyirah :6)
þ Untuk apa?
Aku yakin tak semata-mata
Allah melakukan ini padaku, semua telah direncanakan. Aku tak perduli orang
menggunjing bagaimana tentang keluargaku, buruk rupaku, ukuran tubuhku,
ketidakmampuanku, tanpa mereka tahu luka apa yang ada dalam hatiku. Cukuplah menyadari
keterbatasan diri, ikhlas dengan semua yang telah diberikan.
Hidup hanya sekali, aku tak
boleh gagal dan sia-sia tanpa guna. Tugasku adalah menyempurnakan niat dan
ikhtiar, hal apapun yang terjadi aku pasrahkan kepada Allah Yang Mahatahu yang terbaik
bagiku. Aku harus selalu sadar sepenuhnya bahwa yang terbaik menurutku belum
tentu yang terbaik menurut Allah SWT. Bahkan sangat mungkin aku terkecoh oleh
keinginan dan harapanku sendiri.
Pengetahuan tentang diriku
atau tentang apa pun amat terbatas sedangkan pengetahuan Allah menyelimuti
segalanya, Dia tahu awal, akhir dan segala-galanya.
Mahkluk itu, “ La haula wala quwata illi billahil’
aliyyil ‘adzhim”, ‘tiada daya dan tiada upaya kecuaali pertolongan Allah
Yang Maha Agung’. Asal kita hanyalah setetes sperma, ujungnya jadi bangkai,
kemana-mana membawa kotoran. Allah menjanjikan dalam surah ath-thalaq ayat 2
dan 3,
“ Barangsiapa yang bersungguh-sungguh mendekati Allah (bertakwa),
niscaya Dia akan mengadaka baginya jalan keluar bagi setiap urusannya, dan akan
diberi rezeki dari tempat yang tidak
disangka-sangka. Dan baragsiapa yang bertawakal hanya kepada Allah, niscaya
akan dicukupi segala kebutuhannya.”
Sekali lagi betapapun aku
sangat menginginkan sesuatu, tetap hatiku harus kupersiapkan untuk menghadapi
kenyataan yang tak sesuai dengan harapanku. Karena mungkin itulah yang terbaik
bagiku.
þ Kenapa?
Allah meenciptakan manusia
sebagai khalifah di muka bumi, diawali dari menjadi khalifah bagi diri sendiri,
setahuku itu. Aku tidak menyesali nasibku sekalipun orang berkata bahwa
kehidupan sepretiku inilah yang dinamakan hidup sial. Mungkin Allah memberikan
cobaan ini untuku agar aku bisa bersabar, memimpin diri sendiri agar menjadi
manusia yang berguna diri sendiri dan semoga saja untuk orang lain.
Adanya kita diciptakan di
dunia ini antara lain adalah untuk menjadi teladan bagi yang lainnya. Seorang
muslim yang menjadi teladan kebaikan untuk orang lain tidak saja memberikan
manfaat baik untuk sesamanya. Tetapi lebih dari itu, Allah menjanjikan pahala
yang berlipat ganda baginya. Pahala orang yang mengikuti dirinya akan
dilimpahkan kepadanya tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang
mengikutinya itu. Subhanallah.
Berbahagialah kita hidup dalam islam.
þ Bagaimana?
Aku adalah diriku dan kebiasaanku, aku harus merubah
kebiasaan burukku. Aku harus tegar, bagaimanapun Allah memberi cobaan kepadaku.
Mencoba berhenti mengeluh jika musibah datang, semua adalah milik-Nya. Mencoba
menjadikan itu sebagai cambuk untuk merubah jalan hidupku menjadi lebih baik.
Berhenti berpikiran sempit, yang akan menjerumuskan diri pada sikap putus asa. Naudzubillah.
Ya Allah, luruskanlah selalu
niatku
þ Kapan?
Hidup di dunia hanya sementara, aku tak punya banyak
waktu. Aku harus mulai merubah hidupku dari sekarang. Ya, Allah tunjukanlah aku
selalu ke jalan yang benar, yang Kau ridhoi. Ampunilah dosa-dosa orang tuaku,
hanya Engkau yang mengetahui saat keegoisan menguasai diri, aku yakin orang
tuaku tak tidak begitu saja melakukan ini kepadaku, mereka hanya menjadi
perantara agar aku bisa belajar tentang makna hidup kepada-Mu. Bimbinglah aku
sekarang untuk bisa lebih menerima keadaan, lebih ikhlas, lebih sabar, lebih
tawakal. Aku tahu Engkau menciptakan semua ini tanpa sia-sia.
Keep the spirit sist :D
ReplyDeleteWe'll right behind you
ƪ(˘⌣˘)┐ ƪ(˘⌣˘)ʃ ┌(˘⌣˘)ʃ nuhun..
Delete